puisi nurani

Damai, Rahmat dan Berkah untuk kita semua,

Kata-kata dapat disampaikan lewat prosa. Rasa haruslah disampaikan lewat syair puisi. Kata-kata sungguh kaku. Itu sebabnya robot mudah menirukan kata-kata. Banyak di antara kita sudah berbicara seperti robot. Tanpa perasaan, tanpa irama. Kata-kata Guru kutulis sebagai pengantar Halaman Puisi Nurani. Puisi ini merupakan ungkapan rasa yang diolah hati dari kombinasi internet, buku pengetahuan, alam yang terkembang dan dengan menu utama panduan dari Guru. Kuusahakan sebagai puisi yang ceria. Pada waktu ceria seseorang pasrah, bersyukur, tidak takut dengan masa lalu dan tidak khawatir tentang masa depan. Dia hidup dalam saat ini.

Kupersembahkan Puisi Nurani ini untuk Guru Sejati yang berada dalam diri yang terungkap di luar diri sebagai Guru. Sedikit sekali pemahamanku tentang Dia. Yang kurasakan hanya kasih yang luar biasa.

Terima kasih sahabatku para pembaca. Semoga berkenan membuka tulisan dalam kategori puisi dan kategori dialog rasa. Damai, rahmat dan berkah selalu.

 

Desember 2007,

Triwidodo

11 Tanggapan

  1. selamat berkarya
    dalam kata,
    dalam asa
    dan dalam dia

    let me quote you some words from the bible

    mazmur daud

    refren
    bagi orang benar tuhan bercahaya
    laksana api di dalam gulita

    ya tuhan namamu hendak kupuji
    engkau amat agung
    langit kau pasang bagai kemah

    refren
    bagi orang benar tuhan bercahaya
    laksana api di dalam gulita

    firman disampaikan oleh angin
    api yang berkobar tunduk padamu bagai hamba

    namaste
    father

  2. Terima kasih
    Damailah makhluk-makhluk sedunia dan se alam
    Damailah diriku

  3. puisinya lumayan…. cuman… ke’y prlu perbaikan lagi deh… soalnya kurang menyentuh.nurut ku arti guru masih lebih luas lagi deh dari itu.

  4. Terima kasih mBak Putri atas masukannya.
    Kami baru belajar dan terus belajar untuk menghaluskan Rasa.
    Kerangka Pemikiran dan Rasa setiap orang berbeda, tergantung dari sifat genetik dan pengalaman yang berbeda-beda.

  5. perbanyak lagi puisinya, dan kunjungi puisi/cerita saya.
    terus berkarya.

  6. Terima kasih mas Prayana,
    akan kami kunjungi
    namaste

  7. Benih cinta tumbuh dijaman Adam
    Berkecambah dijaman Ibrahim
    Bertunas dijaman Yusuf
    Berbunga Dijaman Isa
    Berbuah dijamn Muhammad

    Musim cinta tak mengenal musim
    Akan tumbuh disebelah musim
    Tumbuh jadi pohon
    Yang tak pernah mati

    Oleh akar – akar benalu
    Oleh akar – akar lumut biru
    Oleh amarah angin musim
    Oleh amarah hujan musim
    Tapi pohon cinta tetap tumbuh
    Dan seiring dengan pohon itu berhenti berbuah
    Akan terjadi………….
    Apabila musim kering datang dihati.

    By. Feni Tri S
    200304,mjk

  8. Terima kasih, semoga semakin banyak insan yang sadar bahwa pohon kasih ada di dalam diri kita semua.

  9. getar pikiran
    getar rasa
    menjalar dimata
    bertebaran dimulut

    kabut-kabut emosi
    bergelantungan ingin posisi
    bertaburan rahmad
    berhamburan berkah
    orang-orang lupa

    serupa aku yang lalai
    ketika bangun tidur
    ketika menjemput tidur

    aku sampaikan salam
    jika sampai padamu
    aku ingin sama-sama tersenyum
    menyadari
    bahwa engkau dan aku adalah kita

  10. . _
    I )
    / I
    /__’,_
    /( __ _)\
    I ( __ _ ))
    I ( __ _) ) S.I.I.I.P !!! ™
    \(___ _)/..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: