Renungan Tentang “Deprogramming Mind”, Pemrograman Kembali Pikiran, Masalah Universal Umat Manusia

Sepasang suami istri tengah membicarakan uraian tentang “mind” di Buku “Bodhidharma”. “Bodhidharma, Kata Awal Adalah Kata Akhir”, judul lengkapnya. Buku karya Bapak Anand Krishna terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Sang Istri: “Mind” konon dapat diibaratkan sebagai perangkat lunak “komputer manusia”. Dibutuhkan perangkat keras agar ia bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Otak adalah perangkat keras yang dibutuhkannya……. Kemudian, sudah semestinya selama masih memiliki otak, perangkat lunak atau “mind” itu dapat di-“over write” dan dapat dirancang kembali. Juga dapat diubah total, sehingga sama sekali berbeda dari program asli. Sehingga Isi “mind” bukanlah harga mati. “mind” itu “rewritable”, bisa diubah bisa diganti……… Seorang bayi memiliki karakter bawaan. Diprogram oleh  orang tua, pendidikan dan lingkungan. Kebenaran baginya adalah Kebenaran dalam kerangka program yang diberikan. Lain orang tua, lain pendidikan dan lingkungan, bisa berbeda pandangan tentang Kebenaran. Bukankah itu memungkinkan terjadinya indoktrinasi pandangan? Seseorang merasa beriman dan bertindak benar dengan melakukan kekerasan. Padahal dia hanya melakukannya atas dasar pikiran bawah sadar yang telah diprogram, yang berulang-ulang secara sistematis ditanamkan.

Sang Suami: Benar istriku,  seorang teman Face Book dari Pakistan menuliskan pandangannya. Tentang kondisi kekerasan di Pakistan yang tak ada habis-habisnya….. Seorang anak lelaki kecil diasramakan di madrasah terpencil di perbatasan negara. Dia dijauhkan dari dunia dan dihalangi agar tidak berinteraksi dengan manusia. Dia didoktrin dengan agama versi yang ekstrim dan diyakinkan bahwa dia bukan milik dunia. Dia diajari tentang dunia indah  yang menunggunya di surga.  Dan bahwa dalam rangka mencapai surga dia harus memusnahkan semua hal yang menghalanginya. Termasuk tubuh miliknya…… Pada saat dia remaja, anak ini telah menjadi lebah jantan, pria yang bukan manusia yang siap “menyengat” siapa saja. Para sutradara pemanipulasi “mind” punya banyak remaja segar ala robot yang mudah dikendalikan mereka. Atas pesan SMS para remaja siap meledakkan diri mereka…… Teman tersebut menjelaskan ini adalah eksperimen yang berkembang pesat di Pakistan. Sangat menakutkan. Dan pencucian otak ini setaraf apabila tidak lebih buruk daripada perbaikan keturunan versi Nazi Jerman. Dahulu Nazi berbuat atas nama ilmu pengetahuan. Dan kini di Pakistan, dilakukan atas nama Agama dan Tuhan. Demikian ungkapan seorang teman dari Pakistan.

Sang Istri: Bila demikian, masalah utama umat manusia masa kini adalah masalah “condittioning”, masalah “mind-programming”, pemrograman pikiran. Pembawa ideologi sosialis maupun liberalis saling berebut untuk mempengaruhi pandangan. Saat ini keduanya sudah mengadakan penyesuaian-penyesuaian demi perbaikan. Kemajuan informasi membawa dampak sampingan pengaruh globalisasi “food, fashion and fun” yang kadang mengkhawatirkan….. Untuk itu ada kelompok yang membentengi diri dengan adat dan tradisi lama atas nama agama. Kematian adalah ketakutan manusia yang paling utama. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Untuk itu, ada yang sejak kecil anak sudah diprogram untuk mempercayai keyakinan tertentu. Di luar keyakinan itu neraka menunggu. Mereka menganggap hal tersebut perlu agar tidak terpengaruh keyakinan baru. Baca lebih lanjut