Pengambilan Keputusan Bangsa Melalui “Rasa”

Perasaan setara membuahkan voting

Voting sudah menjadi aturan baku dari satu paham demokrasi. Suara terbanyak adalah pemenang. Prinsipnya sama dengan lembaga perseroaan para pedagang. Pemegang saham mayoritas yang berhak mengatur. Antara dunia politik dan dunia dagang memang tidak jauh beda, dasarnya adalah  soal kepentingan. Bagaimana pun perusahaan harus mencapai keuntungan. Bahkan hampir semua lembaga multilateral maupun PBB menggunakan aturan voting untuk melegitimasi keputusan.

Partai politik  mengadakan koalisi untuk mendapatkan suara mayoritas. Ada deal-deal tertentu yang tidak lepas dari kepentingan:  kepentingan pribadi, kepentingan partai, kepentingan kelompok dan kepentingan lainnya. Kepentingan negara patut dipertanyakan.

Hal ini bukan dimaksudkan untuk mengkritik sistem pemilihan, karena keputusan telah diambil dan telah dijadikan landasan bernegara, dan itu tidak lepas dari pengalaman masa lalu, akan tetapi walau bagaimana pun kebenaran harus disampaikan. Mungkin bagi masyarakat yang sudah mencapai “civil society”, masyarakat yang semuanya paham akan hak dan kewajiban bermasyarakat, keputusan lewat voting lebih sesuai. Walalu bagaimana pun kita harus belajar dari sejarah masyarakat Jerman yang pernah memberikan keleluasaan kekuasaan kepada Adolf Hitler. Baca lebih lanjut

Iklan

Antara Zaman ‘On-Line’ & Zaman ‘In-Line’

Materi Teknologi Informasi di Balikpapan oleh Dosen Unsud Purwokerto

….It is not the biggest or the strongest who survive, but the one is responsive to change…… demikian akhir penjelasan Materi Dr. Ali Rokhman pada tanggal 23 April 2009 di Hotel Bahtera Balikpapan, yang ketika kuliah di Jepang dipanggil Ari Rokumon-san (bahasa Jepang tidak punya huruf ‘l’ dan tidak ada huruf mati kecuali ‘n’)dan beliau mengatakan telah meng ‘quote’ dari Yuki Uchida. Mungkin Pak Dosen Unsud ini penggemar aktris, model, penyanyi dan idola masyarakat Jepang, Yuki Uchida yang cantik.

Yang Jelas Opa Charles Darwin mengatakan:  “It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change”. Bukan yang terkuat atau yang paling cerdas yang dapat ‘survive’, tetapi dia yang tanggap terhadap perubahan.

Artikel ini berdasarkan materi TI dari ‘Dr. Ari Rokumon-san’…………….

Pesan Bill Gates tentang TI

Bill Gates pada tahun 2007 berpesan: “Kita sedang melintasi suatu batas teknologi yang akan senantiasa merubah cara kita baik tentang: belajar; bekerja; bergaul; berbelanja. Teknologi tersebut akan mempengaruhi dan lebih merasuk pada cara hidup kita yang belum kita kenal  sebelumnya”. Baca lebih lanjut

Antara Materi dan Energi dan Ruh

Nyawa yang melayang

Di tahun enam-puluhan, banyak anak-anak remaja di Indonesia suka membaca buku komik Perang Bharatayuda oleh RA Kosasih. Di buku komik tersebut digambarkan ketika seorang prajurit Korawa terkena anak panah oleh Prajurit Pandawa, disebutkan nyawanya telah melayang. Leluhur kita meyakini bahwa setelah meninggal dunia, nyawa tidak musnah, tetapi ‘melayang’. Leluhur kita juga mengatakan bahwa kita hidup di ‘mayapada’. Kehidupan itu maya, ilusi bukan sejati. Masih relevankah pernyataan para leluhur kita tersebut pada masa kini?

 

Pandangan Einstein

Kepada para murid SMA sudah diberikan rumus Einstein: E=MC2 dimana E adalah energi, M adalah massa materi dan C adalah konstanta kecepatan cahaya. Semua materi dalam fungsi kecepatan cahaya tertentu adalah energi. Pada pelajaran biologi disebutkan karbohidrat (materi) ditambah oksigen (materi) dengan sebuah proses di dalam tubuh diubah menjadi energi dan air (materi). Ada hubungan antara materi dan energi yang dikenal sebagai hukum kekekalan energi. Baca lebih lanjut

Hikmah Anugerah Air Dalam Tradisi Siraman Penganten

Ritual Siraman Calon Pengantin

Seorang calon pengantin pria atau wanita dengan untaian bunga melati di lehernya dengan baju putih bersih dimandikan dengan air sritaman. Air yang dicampur dari tujuh sumber disebari bunga mawar, melati dan kenanga. Air dari tempuran, pertemuan sungai melambangkan bercampurnya dua jiwa, air dari mata air yang tak pernah kering melambangkan rizki yang tak pernah kering. Air sritaman serupa dari pasangan calon mempelai dicampurkan sebagai lambang kedua jiwa telah dipersatukan. Alunan suara gamelan menghidupkan suasana, membuat hati berbunga-bunga. Baca lebih lanjut