Kisah Raja Citraketu dan Asura Vrta bagian kedua Mencapai Narayana

Sadar, bebas dan hidup. Perhatikan urutan ini. Anda harus mulai dari kesadaran. Sadar dulu, baru memproklamasikan kemerdekaan. Kemerdekaan, kebebasan tanpa kesadaran tidak akan tahan lama. Kesadaran adalah bekal awal. Tanpa bekal itu, kemerdekaan yang anda proklamasikan tidak bermakna sama sekali. Sewaktu-waktu, jiwa anda bisa dijajah kembali. Dulu penjajahnya lain, sekarang penjajahnya lain. Budak tetap budak. Sekali lagi, sadarilah kemampuan diri, potensi diri-keilahian dan kemuliaan diri. Setelah menyadarinya, baru memproklamasikan kemerdekaan. Baru membebaskan diri dari segala sesuatu yang mengikat diri anda, yang merantai jiwa anda. Kemudian anda baru hidup. Anda baru bisa menikmati hidup ini. Anda baru bisa merayakan kehidupan anda! *1 ABC Kahlil Gibran

Kutukan Sati

Raja Parikesit, terus menyimak kisah Resi Shuka, bagaimanakah hubungannya Raja Citraketu yang menguasai kesadaran Brahmavidya dengan asura Vrta. Dirinya sengaja semakin membuka diri, kisah Resi Shuka dibiarkan leluasa memasuki relung-relung hatinya. Pola pikiran lama sengaja disingkirkannya dan bahkan dibuang dari dirinya, dipersilahkan pemahaman baru mengisi relung-relung  yang ditinggalkan oleh pola lama. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah Raja Citraketu dan Asura Vrta bagian pertama Pelajaran Ilahi

Kenapa kita terikat pada sesuatu? Karena kita melihat sesuatu itu di luar diri kita, dan timbul keinginan untuk memilikinya. Pernahkah kita merasa terikat dengan ginjal, hati, dan jeroan kita? Tidak, karena kita tahu semua itu ada dalam diri kita. Kita bahkan tidak pernah memikirkan mereka. Tidak pernah peduli tentang jantung dan paru, hingga pada suatu ketika kita jatuh sakit…. dan baru mengaduh-aduh. Kenapa? Karena saat itu kita “merasa kehilangan” kesehatan. Kita tidak pernah merasa terikat dengan sesuatu yang kita yakini sebagai milik kita. Sebab itu seorang suami bisa tidak terikat dengan istrinya, tetapi terikat dengan selirnya. *1 Mawar Mistik

Putra sang raja

Raja Parikesit bertanya kepada Resi Shuka, “Engkau telah menceritakan tentang kekejaman Asura Vrta, tetapi pada akhir kehidupannya dia dapat mencapai Narayana. Bahkan Vrta disebut bhakta Narayana. Aku bingung, bagaimana hal itu dapat terjadi, mohon dijelaskan. Bukankah, di dalam dunia ini hanya sedikit yang menapaki jalan dharma? Dan di antara jumlah sedikit tersebut sangat sedikit yang berpikir tentang moksha, lepas dari kelahiran dan kematian yang berulang kali? Di antara seribu orang yang berkeinginan moksha , hanya seorang yang benar-benar melepaskan keterikatan duniawi.  Kemudian di antara suatu jiwa yang demikian hanya seorang  yang akan mampu mencapai Tuhan? Mohon dijelaskan Vrta dapat menjadi bhakta Narayana.” Baca lebih lanjut